Peringatan Maulid Nabi 1448 Hijriah, Ketua Pakuwojo Bintuni Wagiman Ajak Warga Jawa Perkokoh Persaudaraan dan Silaturahmi

Suasana pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW, 1448 Hijriah, yang di gelar oleh Paguyuban Wong Jwo, di pendopo Pakuwojo Awarepi. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTekuk.co – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, paguyuban Wong Jowo (Pakuwojo) Teluk Bintuni mengisi dengan berdoa bersama dan ceramah agama untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah berlangsung di Pendopo Pakuwojo, Awarapi, Distrik Bintuni Timur pada Minggu (6/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar Pakuwojo untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kebersamaan serta meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dihadiri pengurus dan warga Pakuwojo, pilar-pilar paguyuban, jamaah Yasin, Majelis taklim.
Sumarno selaku panitia pelaksana Maulid Nabi 1448 Hijriah mengatakan keberhasilan kegiatan Maulid ini tidak terlepas dari semangat gotong royong dan keikhlasan seluruh pihak. Dukungan juga datang dari para donatur dan pihak lainnya, baik dalam bentuk tenaga, pikiran, waktu maupun materi.
Ia menyampaikan seluruh bantuan yang diberikan merupakan bagian dari kebersamaan dalam menyukseskan kegiatan keagamaan dan diharapkan mendapatkan balasan pahala serta menjadi amal jariyah di sisi Allah SWT.Panitia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses persiapan maupun pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan, kesalahan atau hal-hal yang kurang berkenan bagi para hadirin.
Ketua Pakuwojo Kabupaten Teluk Bintuni, Wagiman, SE., mengajak seluruh keluarga besar Pakuwojo untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan.Wagiman mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi ini merupakan yang pertama dilaksanakan pada periode kepemimpinannya setelah ia mendapat amanah sebagai Ketua Pakuwojo pada 29 Juni 2026.

Ketua Pakuwojo Teluk Bintuni, Wagiman SE., saat memberikan sambutan Maulid Nabi. (Foto/Susi)
Wagiman berharap kegiatan Maulid Nabi tersebut dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan pada masa-masa mendatang. Ia juga mengapresiasi seluruh partisipasi masyarakat, termasuk berbagai gunungan yang disiapkan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, banyaknya dukungan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian dan sedekah masyarakat dalam rangka memperingati kelahiran Rasulullah SAW.
“Kelahiran Nabi Muhammad SAW membawa keberkahan. Risalah beliau menjadi penerang dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang dengan ajaran Islam,” Ujarnya
Wagiman berharap seluruh masyarakat yang hadir dalam peringatan tersebut dapat menjadi umat yang mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW. Kendati itu, Wagiman mengajak seluruh warga Pakuwojo untuk bersama bergandengan tangan membesarkan dan mengembangkan organisasi paguyuban ini.
Menurut Wagiman keberadaan Pakuwojo bukan hanya menjadi tempat berkumpulnya warga Jawa. Tetapi juga menjadi wadah untuk membangun komunikasi, persaudaraan dan kebersamaan masyarakat perantauan di Kabupaten Teluk Bintuni.
“saya ingin mengajak kita semuanya mari bergandengan tangan bersama-sama membesarkan organisasi ini, mengelola organisasi ini dan memajukan organisasi ini. Tanggung jawab membesarkan organisasi ini adalah tanggung jawab kita semuanya, kita di Organisasi ini tidak di gaji tapi Allah maha baik kita selalu dipertemukan dengan orang orang baik,” Ujar Wagiman penuh haru.
Kendati itu, Wagiman mengingatkan kepada warga Pakuwojo bahwa kehidupan sebagai masyarakat perantauan sangat membutuhkan wadah persaudaraan. Olehnya itu, ia mengatakan tidak semua warga yang berada di Teluk Bintuni memiliki keluarga kandung di daerah ini. Sehingga ia katakan bahwa seluruh anggota Pakuwojo harus saling menganggap sebagai keluarga, saling menjaga, berkomunikasi dan saling bantu satu sama lainnya.
“Buktinya saya sendiri tidak punya saudara kandung di Teluk Bintuni ini, tapi kalian-kalian semuanya adalah keluarga saya,”. Ujar Wagimana
Lebih lanjut Wagiman mengajak seluruh warga Pakuwojo untuk mengembangkan potensi masing-masing. Menurutnya, warga Pakuwojo memiliki berbagai profesi, mulai dari guru, ASN, pedagang, pekerja bangunan, pelaku usaha hingga pengusaha. Menurutnya, Potensi tersebut jikalau dikelola dengan baik dan didukung persatuan, dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.
Ia juga berharap ke depan semakin banyak warga Pakuwojo yang dapat berkontribusi dalam bidang politik dan pemerintahan. Kedepannya jikalau Allah berkehendak warga jawa mendapat kesempatan untuk menduduki kursi Parlemen minimal 2 hingga 3 orang. Ujarnya
Hilangkan perbedaan, hilangkan rasa iri dan dengki. Kalau semua bersatu di bawah naungan organisasi yang dicintai ini, banyak hal yang bisa lakukan bersama, tambah Wagiman
Dalam kesempatan tersebut, Wagiman juga mengajak seluruh keluarga besar Pakuwojo untuk mendukung pembangunan Kabupaten Teluk Bintuni serta menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Ia mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi isu-isu yang tidak bermanfaat dan tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Wagiman mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah kondisi kekeringan yang sedang melanda wilayah Teluk Bintuni.Ia meminta masyarakat berhati-hati ketika membakar sampah dan memastikan api benar-benar padam setelah kegiatan selesai.
Ia berharap kondisi kekeringan segera berakhir dan hujan kembali turun sehingga kondisi tanah dan lingkungan kembali mendapatkan air.
Ustadz Hasan Zajuli, SE. Dalam ceramahnya dirinya mengajak jam’ah untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas diri agar menjadi manusia yang lebih baik, lebih bermanfaat dan membawa keberkahan bagi orang lain.
Ia mengurai perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW yang penuh dengan ujian sejak masa kecil. Rasulullah SAW telah kehilangan ayahnya sebelum beliau lahir, kemudian kehilangan ibunya ketika masih berusia enam tahun. Setelah itu diasuh oleh kakek dan kemudian oleh pamannya.
Perjalan Nabi telah lalui berbagai ujian yang dialami Rasulullah SAW justru menjadi bagian dari perjalanan hidup yang membentuk pribadinya menjadi manusia yang kuat, mulia dan memiliki akhlak yang sempurna. Sehingga ustad Zajuli mengajak jam’ah untuk meneladani sifat Rasulullah SAW. Ujarnya
Dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW dikenal dengan gelar Al-Amin, yang berarti orang yang dapat dipercaya.
Kejujuran Rasulullah SAW bahkan menjadi salah satu sebab Siti Khadijah tertarik dan kemudian menikah dengannya.Ia juga menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memiliki berbagai peran dalam kehidupan, di antaranya sebagai pedagang, pemimpin dan guru.
Olehnya itu, umat Islam dapat mengambil banyak teladan dari perjalanan kehidupan Rasulullah SAW. Ustadz Zajuli menekankan pentingnya sifat fathonah, amanah dan kecerdasan dalam menjalankan tanggung jawab.
Dalam tausiyahnya, ia juga mengingatkan jamaah mengenai pentingnya bersedekah. Menurutnya, tidak selalu harus berupa materi, tetapi dapat dilakukan melalui tenaga, pikiran, waktu maupun ilmu yang bermanfaat.
Ia menyebut kegiatan Maulid Nabi yang diisi dengan berbagai bentuk sedekah dan gotong royong merupakan bagian dari amal kebaikan apabila dilandasi niat yang ikhlas karena Allah SWT. (Susi)
