Perjalanan Panjang Anisto Dari Kekalahan Beruntun Menjadi Kemenangan Rakyat ”Bupati Bintuni Yohanis Manibuy, SE., MH.,”

Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, SE., MH.,.
BINTUNI, SuaraTeluk.co – Di tengah hiruk pikuk pemerintahan, ada sosok pemimpin yang memilih untuk tetap membumi. Ia adalah Yohanis Manibuy, SE., MH., Bupati Teluk Bintuni.
Bagi masyarakat Bintuni, dia lebih akrab disapa “Anisto”Bukan karena jabatannya saat ini, tapi karena senyumnya yang murah dan caranya merangkul semua orang tanpa memilih dari mana dan tanpa sekat.
Sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu bersama Wakilnya Joko Lingara, Anisto langsung tancap gas.
Meski baru berjalan kurang dari dua tahun periode pertamanya, bukti kerja nyatanya sudah mulai dirasakan masyarakat.
Dari Kekalahan Beruntun Menjadi Kemenangan Rakyat
Kisah Yohanis Manibuy adalah kisah tentang ketekunan. Ia bukan pemimpin karbitan.
Tahun 2015, ia maju sebagai calon Wakil Bupati berpasangan dengan Daniel Asmorom, kalah hanya selisih 7 suara. Tahun 2020, ia maju lagi, dan kembali belum berhasil.
Sepuluh tahun menunggu dan berproses di tengah masyarakat, dan akhirnya pada Pilkada 2024, pasangan Yohanis Manibuy-Joko Lingara dengan jargon SERASI berhasil meraih 21.068 suara atau 51,81% dan dipercaya untik memimpin Bintuni.
Perjalanan panjang itulah yang membentuk karakternya. Ia paham betul denyut nadi masyarakat bawah, karena ia pernah berada di posisi yang sama.
“Anisto itu ramah, dermawan, dan tidak pernah jaga jarak. Ketemu di pasar, di gereja, di acara adat, selalu senyum dan sapa duluan,” ujar seorang warga Bintuni yang enggan di sebut namanya.
Bukti Kerja: Bukan Janji, Tapi Aksi
Apa bukti kerja dalam waktu singkat ini?
1. Penataan Kepegawaian yang BerkeadilanSalah satu persoalan pelik di Bintuni adalah nasib ribuan tenaga honorer. Bupati Anisto mengambil langkah berani. Pada April 2026, sebanyak 1.054 tenaga honorer resmi menerima SK PPPK Paruh Waktu.
Ia menegaskan, semua adalah anak dari 7 Suku asli Teluk Bintuni. “Hentikan perbedaan. Kita semua adalah anak-anak dari tujuh suku asli yang ada di daerah ini,” tegasnya.
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmennya menata birokrasi secara bertahap dan bertanggung jawab.
2. Berani Perjuangkan Hak Daerah Penghasil
Sebagai daerah penghasil minyak dan gas terbesar di Indonesia yang menyumbang sepertiga produksi gas nasional dari Proyek Tangguh LNG, Bintuni seharusnya sejahtera. Namun, fakta APBD menunjukkan PAD Bintuni hanya 3,90%.Bupati Anisto tidak diam. Di depan Komisi XII DPR RI dan Gubernur Papua Barat, ia dengan lantang meminta *Perdasus No. 22 Tahun 2022 tentang pembagian DBH Migas direvisi*. Ia menilai pembagian yang ada tidak adil bagi Bintuni sebagai daerah penghasil. Ini adalah perjuangan untuk harga diri dan hak masyarakat adat.
3. Investasi pada Generasi Muda
Bupati murah senyum ini sangat percaya masa depan Bintuni ada di tangan pemuda. Saat membuka Phapeda Youth Camp yang diikuti 115 pemuda dan saat Upacara Sumpah Pemuda ke-98, pesannya selalu sama: “Jadilah pemuda yang berani bermimpi sekaligus tekun bekerja, patriotik, gigih, dan berempati,”.
Baginya, pembangunan bukan hanya soal jalan dan gedung, tapi soal membangun karakter manusia Bintuni. Kini, di tangan pemimpin yang murah senyum, dekat dengan masyarakat, dan memiliki rekam jejak jatuh bangun bersama rakyat, Teluk Bintuni menatap masa depan dengan optimisme baru. Kerja nyata sudah terlihat, bukan sekadar kata-kata. (Susi)
