Bupati Yohanis Manibuy Pentingnya Gereja Membina Generasi Muda Bangun Masa Depan Papua yang Damai

Bupati Yohanis Manibuy, S.E., M.H., sampaikan sambutan di acara pembukaan Raker FGM I GKI se- Tanah Papua. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.co – Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, S.E.,M.H., menekankan pentingnya peran gereja dalam membina generasi muda sebagai bagian dari upaya membangun masa depan Papua yang damai, sejahtera, dan bermartabat.
Menurut Bupati, gereja adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang harmonis dan membina generasi muda, ujar Bupati Yohanis pada puncak pembukaan Raker FGM I GKI se Tanah Papua yang berlangsung di GSG komplek Kalikodok Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Kamis (28/10/2026).
Ia mengatakan gereja memiliki kontribusi penting dalam membangun kehidupan spiritual, memperkuat pendidikan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menanamkan nilai-nilai perdamaian, persaudaraan, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Turut hadir dalan acara pembukaan rapay kerja FGM I GKI se- Tanah Papua yakni Gubernur PBD, Elisa Kambu, S.Sos., dan Gubernur PB yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua Barat, DR. Onesimus Matani, S.Hut, M.Sc., Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy Kapissa, dan Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Kabupaten Manokwari Selatan, Yesaya Tuhepary, S.STP., M.Si., Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Teluk Bintuni beserta pimpinan perangkat derah, Dewan Kurator FGM GKI di tingkat DPP, DPW maupun DPC. Secara khusus Ketua Dewan Kurator FGM GKI Papua Barat Daya, DR. Drs. Bernard Sagrim, MM., serta Badan Pekerja Klasis se-Sinode GKI di Tanah Papua.

Bupati Yohanis mengucapkan selamat datang dan selamat melaksanakan Rapat Kerja I DPP FGM GKI di Tanah Papua. Ia memaparkan bahwa Teluk Bintuni, daerah ini ibarat seorang pemuda yang penuh semangat, membuka tangan lebar-lebar untuk menyambut dan merajut persahabatan, sekaligus merawat persaudaraan tanpa sekat, dengan hati yang terbuka dan sukacita yang tulus, Tanah Sisar Matiti menyambut kehadiran para peserta Raker.
Menurutnya ini merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi Pemerintah daerah Teluk Bintuni yang menjadi tuan rumah. Kiranya sejak pertama kali menginjakkan kaki di tanah ini, peserta merasakan kehangatan keluarga, sebab di Teluk Bintuni, bukan hanya datang sebagai utusan organisasi, melainkan sebagai saudara seiman yang dipersatukan oleh kasih Kristus.
Kiranya perjumpaan ini menjadi perjumpaan yang diberkati Tuhan dan menjadikan tanah ini semakin nyata sebagai tanah berkat bagi semua.
Rapat Kerja I DPP FGM GKI dilaksanakan di bawah naungan tema besar “Kasih Kristus Menggerakkan Kemandirian Gereja, Mewujudkan Keadilan, Perdamaian dan Kesejahteraan,” yang dipadukan dengan subtema “FGM GKI Bergerak Menjadi Teladan dalam Iman, Peduli dalam Karya dan Berdampak bagi Tanah Papua,”. Tema dan sub tema ini sangat relevan, terutama untuk mengingatkan semua bahwa pemuda GKI tidak cukup hanya bertumbuh dalam iman, tetapi juga harus hadir dan mengambil bagian dalam menjawab kebutuhan gereja, masyarakat, dan daerah.
“Secara khusus selaku tuan rumah saya berharap kasih Kristus yang menguatkan dan mempersatukan dapat dirasakan oleh seluruh tamu undangan maupun peserta dari utusan DPC sejak pertama kali menginjakkan kaki di Teluk Bintuni, saat dijemput, selama dilayani di tempat penginapan, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, hingga kembali ke daerah masing-masing,”.
Kiranya pelayanan tuan rumah dapat berlangsung dengan baik dan maksimal, sehingga Bapak, Ibu, dan Saudara dapat mengikuti rapat kerja dengan penuh sukacita, serta merumuskan program-program organisasi yang semakin terarah, relevan, diwujudkan melalui karya nyata, serta memberikan dampak bagi pembentukan generasi muda yang mandiri, berkarakter, peduli, dan siap dipakai untuk membangun daerah.
Semangat Raker DPP FGM GKI ini sejalan dengan cita-cita pembangunan Kabupaten Teluk Bintuni melalui Teluk Bintuni SERASI. Ia meyakini, pembangunan daerah akan semakin kuat apabila berjalan bersama gereja dan generasi muda yang memiliki iman teguh, karakter yang baik, dan disertai semangat pengabdian seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Ujar Bupati
Mari melayani dengan hati dan berkarya memberi bukti, sembari menyiapkan generasi muda yang beriman, mandiri, berkarakter, dan menjadi berkat bagi sesama. Kiranya semangat kasih Kristus tidak berhenti di ruang rapat ini, tetapi terus hidup dalam setiap karya dan pengabdian kita.
“Saya percaya, ketika kasih menjadi dasar, persaudaraan menjadi kekuatan, dan iman menuntun langkah, Tanah Papua akan tumbuh menjadi tanah yang membawa berkat dan pengharapan bagi generasi kini dan yang akan datang,” Ujarnya. (Susi)
