BMP Teluk Bintuni Salurkan 2.500 Masker Pada Pengguna Jalan, Kenny Langkah Ini Untuk Meminimalkan Risiko ISPA

Nampak ketua BMP Teluk Bintuni, Kenny Kinderwara handak membagikan masker kepada pengguna jalan dilampu merah. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.co – Kabut asap mengepung Kabupaten Teluk Bintuni akhir-akhir ini akibat ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), langsung disikapi Barisan Merah Putih (BMP) Kabupaten Teluk Bintuni dengan aksi nyata.
Tak ingin tinggal diam melihat kondisi udara yang semakin memburuk, Ketua BMP serta jajaran pengurus BMP membagikan 2.500 masker gratis untuk warga dan anak sekolah pada Rabu, (30/9/2026) siang.
Aksi tanggap kesehatan ini sudah dimulai sejak pukul 12.00 WIB. Waktu yang sengaja dipilih karena di jam itulah warga dan anak-anak sekolah mulai memadati jalanan.

Titik utama yang disasar yakni kawasan lampu merah Kampung Lama menuju Pasar dan kompleks persekolahan. Ketua Barisan Merah Putih (BMP) Teluk Bintuni, Kenny Kinderwara, hadir langsung bersama para pengurusnya di lokasi untuk membagikan masker.Di area lampu merah masker disebarkan ke para pengendara motor dan mobil yang lewat.
Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko gangguan pernapasan atau ISPA akibat warga menghirup asap pekat di jalan.Selain masyarakat masker tersebut di berikan kepada anak sekolah yang hendak pulang melewati lampu merah tersebut.
Aksi bagi bagi masker oleh BMP disambut hangat masyarakat dan anak sekolah yang hendak melewati ruas jalan lampu merah. Gerakan bagi-bagi masker di tengah pekat asap akhir-akhir ini mendapat respon positif, baik dari pihak anak sekolah maupun warga yang melintas di kawasan lampu merah. Seluruh kegiatan berjalan aman, teratur, dan lancar hingga masker habis terbagi.

Ketua Barisan Merah Putih, Kenny Kinderwara saat di wawancara awak media.
Kenny mengatakan BMP bermitra dengan pemerintah setempat maka akan membantu Pemerintah dengan cara membagikan 2.500 masker kepada pengguna jalanan. Kendati itu, ia berharap kepada masyarakat agar fidak beraktivitas di luar rumah, apalagi anak sekolah.
Selaku ketua BMP, Kenny mengapresiasi langkah Pemrintah daerah melalui dinas pendidikan yang telah merumahkan siswa PAUD/TK dan SD dari proses belajar mengajar disekolah, namun proses belajar mengajar berjalan tetapi secara daring. Ujar Kenny kepada media ini.
Kenny menyampaikan tujuan dari pembagian masker ini untuk mengingatkan bahwa kabut asap dapat memicu kekambuhan pada penderita gangguan pernapasan. Olehnya itu, masyarakat yang memiliki riwayat penyakit paru diminta lebih berhati-hati dan tidak mengabaikan gejala yang muncul.
Ia menegaskan penggunaan masker medis menjadi salah satu langkah paling efektif untuk melindungi diri dari partikel asap. Menurutnya, masker kain kurang mampu menyaring partikel halus yang terkandung dalam kabut asap.
Selain menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, masyarakat juga disarankan membatasi aktivitas di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih,menjaga kondisi tubuh tetap sehat.
Khusus bagi anak-anak, Kenny mendukung kebijakan belajar dari rumah yang telah diterapkan untuk siswa tingkat PAUD hingga sekolah dasar. Ia mengingatkan para orang tua agar memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah dan tidak bermain di luar saat kondisi udara masih tercemar asap. (Susi)
