Wabup Joko Lingara Secara Resmi Buka Rapat Indeks FKUB

Wabup Joko Lingara, menyampaikan sambutan di acara rapat Indeks FKUB. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.co – Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara membuka acara Rapat Survei Indeks Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Teluk Bintuni. Kegiatan berlangsung di aula kantor Kementerian Agama Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Senin (21/9/2026).
Wabup Joko menyambut baik pelaksanaan survei ini sebagai bagian dari upaya bersama untuk mengetahui kondisi kerukunan umat beragama secara objektif, sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam memperkuat kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan saling menghormati.
Menurut Wabup Joko bahwa pelaksanaan survei indeks kerukunan umat beragama ini memiliki arti strategis. Survei ini bukan sekadar menghasilkan angka statistik atau nilai indeks, melainkan memberikan gambaran mengenai kondisi kerukunan umat beragama yang sesungguhnya di tengah masyarakat.Karena itu, Wabup berharap seluruh pihak yang terlibat dapat memberikan informasi dan data secara objektif, terbuka, serta sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Hasil survei nantinya diharapkan menjadi bahan evaluasi dan dasar dalam merumuskan kebijakan serta program yang semakin Tepat untuk memperkuat toleransi dan kehidupan beragama yang harmonis.
Kendati itu, Wabup Joko mengajak seluruhnya untuk jadikan teluk bintuni sebagai rumah bersama yang aman bagi setiap keyakinan, ruang yang damai bagi setiap perbedaan, dan tanah kehidupan yang mempersatukan semua dalam persaudaraan.
Perbedaan tidak seharusnya menjadi jarak di antara sesama, Sebaliknya, perbedaan harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dan bersama-sama membangun kabupaten teluk bintuni yang damai, maju, dan sejahtera. Ujar Wabup Joko.
Sementara, Dr. Abraham Yunte, ketua Komunikasi umat beragama kakanwil agama provinsi Papua Barat, menyampaikan bahwa Surat Keputusan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Papua Barat Nomor 15 Tahun 2026 tentang Visitasi FKUB Papua Barat bersama dengan seluruh FKUB di Kabupaten/Kota se-Papua Barat.
Ia menjelaskan tujuan visitasi ini dalam rangka survei indeks kerukunan tahun 2026 di Provinsi Papua Barat. Ada empat kabupaten yang menjadi sasaran yakni Kabupaten Manokwari, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Pegunungan Arfak dan Kabupaten Kaimana.
Selanjutnya ia mengatakan dari Kementerian Agama yang mengurus tentang Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi, sudah melaksanakan visitasi di Kabupaten Manokwari dan hari ini di Kabupaten Teluk Bintuni.
Sehingga ia berharap, karena survei di tahun 2018 dan 2019 salah satu sumbangsih terbesar adalah Kabupaten Teluk Bintuni. Dari tiga variabel indikator, kesetaraan, kerja sama, dan toleransi, survei yang dilakukan oleh Kementerian Agama melalui Puslitbang pada waktu itu, Kabupaten Bintuni mempunyai indeks yang melebihi rata-rata tingkat nasional.
“Kami berharap tahun ini juga, kalau bisa tahun ini lagi lebih tinggi di Kabupaten Teluk Bintuni. Survei ini akan mulai tanggal 2 Oktober tahun 2026. Tim akan datang, dan kami punya teman-teman penyuluh dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Teluk Bintuni sudah kami bentuk ada 10 orang menjadi enumerator dan akan dibantu oleh FKUB Kabupaten Teluk Bintuni,” Ujarnya
Sehingga dalam rangka meningkatkan indeks kerukunan, maka ada beberapa indikator juga yang perlu diperhatikan berhubungan dengan keberadaan FKUB, seperti Surat Keputusan FKUB yang terbaru dan juga penetapan Desa Sadar Kerukunan di Kabupaten Teluk Bintuni.
Ia berharap dalam waktu dekat sudah bisa ada, karena ini masuk dalam salah satu item dalam survei indeks kerukunan. Ujarnya (Susi)
