Prajurit Brigif 26/GP Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia, Basmar Bugis Mengaku Menerima Informasi Berbeda Terkait Kejadian yang Menimpa Anaknya

Jenazah Pratu Andi Syarif Bugis di kadang di masjid Al-Munawarah. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.co – Keluarga Pratu Andi Syarif Bugis, prajurit Brigif 26 Gurana Piarawaimo/GP diliputi duka mendalam setelah Andi meninggal dunia pada Sabtu, (17/10/2026), pukul 07.47 WIT. Ia mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif dalam kondisi koma sekitar dua pekan di RSUD Teluk Bintuni.
Ayah almarhum, Basmar Bugis, mengatakan kondisi anaknya menurun sejak waktu subuh sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Selama menjalani perawatan, Andi tidak sadarkan diri dan membutuhkan bantuan peralatan medis.
Menurut Basmar, berdasarkan keterangan yang diterimanya dari pihak kesatuan, Andi dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Teluk Bintuni pada Sabtu, 3 Oktober 2026, sekitar pukul 11.15 WIT. Andi dibawa ke RSUD dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Basmar Bugis ayah Pratu Andi Syarif Bugis prajurit Brigif 26/GP.
Ia menduga anaknya telah kehilangan kesadaran sejak dini hari.Basmar mengaku menerima informasi berbeda mengenai kejadian yang menimpa anaknya. Salah satu keterangan yang disampaikan kepadanya dari komandan Regu menyebutkan dugaan keracunan minuman keras. Sementara itu, informasi lain menyebutkan adanya dugaan perkelahian dengan rekan satu angkatan saat berada dalam pengaruh alkohol.
Informasi perkelahian ini ia terima langsung dari rekan Almarhum yang mengakui telah memukul Almarhum. Namun, penyebab pasti kejadian yang mengakibatkan Andi tidak sadarkan diri belum dapat dipastikan.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Andi dimandikan dan dikafani di Masjid Almunawaroh. Keluarga, kerabat dari komunitas Maluku, serta sejumlah prajurit Brigif 26/GP dan Polisi Militer turut mengiringi jenazah menuju rumah duka di Kilometer 7, Teluk Bintuni.
Pada Sabtu siang, keluarga dekat, tetangga, dan warga Maluku menggelar doa bersama dengan membaca Surah Yasin dan tahlil.
Personel Brigif 26/GP mendatangi rumah duka untuk melaksanakan prosesi penyerahan jenazah dari kesatuan kepada keluarga namun hingga sore hari tak kunjung dilakukan.
Jenazah Pratu Andi Syarif Bugis direncanakan dipulangkan ke kampung halamannya di Kailolo, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.
Berdasarkan rencana keluarga, jenazah akan diberangkatkan melalui jalur darat menuju Manokwari pada Minggu malam. Selanjutnya, pada Senin pagi, jenazah diterbangkan menuju kampung halaman untuk dimakamkan.
Diana Lenda Keluarga dekat Almarhum mengatakan, untuk kepulangan jenazah ke kampung halaman, keluarga meminta kesatuan untuk bertanggungjawab memulangkan jenazah sampai ke kampungnya. Dan hal ini kemudian disanggupi oleh pihak kesatuan.
“Awalnya pihak kesatuan minta untuk dibawa ke Brigif tapi kami dari pihak keluarga trauma melihat teman-temanya dan itu hal yang wajar, jadi kami sepakat untuk disemayamkan di sini saja,” Ujar Diana pemilik rumah.
Diana juga memastikan Brigif bertanggungjawab menanggung biaya perjalanan dari Bintuni hingga ke Kampung halaman. Hingga berita ini ditulis, jenazah masih berada di rumah duka di Kilometer 7, Teluk Bintuni.
Keluarga Apresiasi Pelayanan RSUD dan Kepedulian Keluarga Besar MalukuDi tengah duka yang dialami, Basmar bersama istrinya, Nursalatu Hayoto, menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Ikatan Keluarga Maluku (Ikemal) Teluk Bintuni dan jajaran RSUD Teluk Bintuni yang telah membantu selama proses perawatan hingga persiapan pemulangan jenazah.
Basmar mengaku dukungan keluarga besar Maluku di Teluk Bintuni membuat dirinya dan istri merasa tidak sendirian selama mendampingi anak mereka di rumah sakit. “Kami di Bintuni jadi punya banyak saudara. Berkat bantuan dan kepedulian mereka, kami merasa memiliki keluarga di sini,” ujar Basmar.
Ia mengungkapkan, dirinya bersama istri tiba di Teluk Bintuni pada Senin, 5 Oktober 2026, setelah menerima kabar mengenai kondisi anaknya dari pihak kesatuan melalui telepon seluler. Setibanya di Bintuni, mereka mendapat dukungan dari keluarga dan kerabat yang membantu selama menjalani masa pendampingan di rumah sakit.
Basmar secara khusus mengapresiasi pelayanan tenaga medis dan dokter RSUD Teluk Bintuni yang dinilainya sangat membantu selama Andi menjalani perawatan. Menurutnya, RSUD Teluk Bintuni telah memperlakukan Pasien dan keluarga sangat baik dan sabar serta iklas melayani.
“Saya sangat mengapresiasi pelayanan RSUD Teluk Bintuni. Tenaga medis dan dokternya memberikan pelayanan luar biasa. Obat-obatan diberikan secara gratis, dan kami juga mendapatkan bantuan makanan. Tempatnya bersih serta peralatan perawatannya lengkap,” Ujar Basmar.
Ia berharap apresiasi tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Papua Barat agar dukungan terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Teluk Bintuni terus ditingkatkan.
Basmar juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan, baik secara langsung maupun melalui dukungan moral selama keluarga menghadapi masa sulit tersebut. (Susi)
